Tips Solo Travelling Sesudah Pandemi Covid-19

Apa yang pertama kali terlintas di pikiran ketika pandemi COVID-19 berakhir? Di benak saya adalah merayakannya dengan travelling. Namun keinginan saya ini ternyata berbeda dengan suami yang mempunyai prioritas lain. Kemudian saya berpikir… hmm, bagaimana jika saya melakukan solo travelling?

Saya memang pernah melakukan solo travelling baik itu di dalam maupun di luar negeri, namun seingat saya, durasinya tidak terlalu lama, paling lama hanya beberapa hari. Di hari berikutnya saya sudah bertemu dengan teman yang akan melakukan travelling bareng.

Setahun sebelum pandemi, saya melihat teman saya, Kiki yang tinggal di Australia mengambil cuti pekerjaan selama tiga bulan untuk menjadi solo traveller ke negara-negara di Asia Tenggara. Jika melihat photo yang diposting di sosial medianya, membuat saya jadi ingin melakukan yang sama.

Sekarang saya berpikir, kenapa tidak? Merasakan pengalaman pertama kali kembali, karena rencana solo travelling kali ini akan memakan waktu cukup lama.

Image for post
Image for post

Tips Solo Travelling Setelah Pandemi

Jauh sebelum Hari H,

Tergantung tujuan apa yang kita inginkan, bisa saja kita mengunjungi negara tersebut karena ketertarikan akan budaya, tempat wisata, atau bisa juga karena faktor tingginya keamanan di negara tersebut.

Banyak varian untuk menentukan tujuan, seperti di bawah ini:

  • Menentukan dulu budget, baru memilih negara tujuan dan lama travelling.
  • Bisa juga kita memilih negara tujuan dulu, baru menyesuaikan budget dan lama travelling.
  • Atau varian ketiga adalah menetapkan lama travelling, misal kita ingin travelling selama 3 bulan kemudian menetapkan negara tujuan dan budget yang sekiranya rasional, dan/atau sebaliknya.

Tergantung negara tujuan kita nanti, tetapi jauh sebelum keberangkatan harus mempersiapkan dahulu dokumen perjalanan berupa visa, asuransi kesehatan, paspor, kontak untuk kondisi emergency, offline map, mungkin juga vaksin yang dibutuhkan dan copy semua dokumen kita.

Copy dokumen memudahkan kita untuk melakukan pengurusan jika semisal ada kehilangan.

Semakin detail rencana kita, akan semakin baik apalagi jika waktu dan budget yang kita punya terbatas.

Dengan menyusun rencana perjalanan terlebih dahulu, kita dapat mengantisipasi alokasi dana, melakukan booking transportasi dan juga akomodasi.

Akomodasi disini tergantung dengan budget. Banyak sekali pilihan sekarang ini dari hostel, motel, hotel, menginap di tempat lokal, atau air bnb.

Saya sendiri karena tertarik dengan budaya tempat sekitar, sepertinya akan menginap di tempat lokal atau airbnb. Selain kita bisa mendapatkan pengalaman langsung dari penduduk asli yang tinggal disana, kita juga mendukung perekonomian orang lokal.

Mendekati Hari H

Sebagai solo traveller, terutama jika budget terbatas dan ingin menjadi backpacker yang mudah berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya, jangan packing terlalu banyak.

Backpack berukuran 45 liter banyak dipakai para backpacker . Sebagai solo traveller, kita memerlukan tempat menyimpan barang yang mudah kita angkat dan bawa kemana-mana.

Saatnya untuk menerapkan konsep minimalisme saat bepergian. Bawalah hanya barang-barang yang esensial yang kita butuhkan dan jangan membawa perhiasan. Jika kita membawa peralatan kamera untuk kepentingan dokumentasi, pastikan kita sudah mengasuransikannya.

Pastikan kita sudah menghubungi bank kita, agar kartu bisa dipergunakan di luar negeri. Di Jerman sendiri, saya mendapatkan kartu yang berbeda yang bisa saya pergunakan di luar negeri.

Simpan uang kita tidak di satu tempat penyimpanan, melainkan semisal sedikit di kantong A, sebagian lain disimpan di tempat lainnya.

Caranya dengan cara buka aplikasi google maps, kemudian cari lokasi yang ingin kita kunjungi, kemudian download map.

Bawalah beberapa power bank yang mampu mencharge handphone atau peralatan elektronik yang kita bawa dalam kondisi darurat.

Saat Travelling

Siapa tahu ada yang akan pergi ke tempat tujuan yang sama, selain juga lebih aman untuk pergi secara grup juga memudahkan bagi kita.

Booking tours lokal jika kita kesulitan mencari transportasi. Untuk menghemat waktu, sebaiknya sebelum perjalanan kita sudah mengumpulkan informasi perjalanan dan pengalaman orang lain dari internet, sehingga ketika di tempat, kita sudah tau apa yang harus kita lakukan.

Jangan lupa untuk mendokumentasikan perjalananmu, apakah itu berupa posting di sosial media, atau tulisan blog atau bahkan kanal YouTube.

Kesimpulan

Persiapan yang matang menjadi salah satu keberhasilan dari perjalanan, tetapi jangan lupa juga untuk bisa lebih fleksible dan menikmati perjalanan kita.

Apakah ada yang mau jadi solo traveller juga sesudah pandemi ini? Ataukah kalian sudah punya pengalaman sebelumnya?

Written by

Hallo, saya seorang HR Professional yang biasa menulis di blog pribadi renovrainbow.com tentang karir, pengembangan diri dan motivasi.

Get the Medium app

A button that says 'Download on the App Store', and if clicked it will lead you to the iOS App store
A button that says 'Get it on, Google Play', and if clicked it will lead you to the Google Play store