Terapkan 30 Day Rule Untuk Mengontrol Pengeluaran

30 day rule, mengontrol pengeluaran, budgeting, keuangan

Tidak sedikit teman saya yang mengatakan kalau hidup di jaman sekarang sangat sulit untuk mengontrol pengeluaran. Dimana-mana kita melihat iklan.

Tidak hanya berupa iklan yang ditawarkan lewat televisi atau media elektronik seperti YouTube, melainkan juga iklan yang kita lihat dari social media’s story teman yang ada di kontak kita.

Belum lagi diskon bulanan, yang jatuh di tanggal cantik seperti 11/11, 12,12 dsb, yang tersebar di pelbagai market place.

Ketika kita melihatnya, terkadang terbersit di dalam pikiran bahwa kita membutuhkannya. Namun setelah kita membeli, barang tersebut tidak terlalu sering juga kita gunakan.

Semakin singkat waktu promo, semakin besar kemungkinan untuk kita membeli barang tersebut

Ingat! Hanya karena diskon, bukan berarti murah. Artinya, jika hanya dipakai satu-dua kali saja dan kemudian memenuhi space di rumah, maka harga barang itu tidak sebanding lagi dengan usaha yang kita lakukan untuk merawatnya. Uangnya pun bisa kita alokasikan kepada yang benar-benar kita butuhkan.

Jika kalian menginginkan sebuah solusi untuk dapat mengontrol pengeluaran, kalian bisa menerapkan strategi keuangan 30 Day Rule.

Apakah 30 Day Rule?

30 Day Rule atau aturan 30 hari adalah strategi keuangan yang membantu kita untuk mengontrol pengeluaran dan membuat keputusan finansial yang tepat.

Apa strategi yang diterapkan?

Pada dasarnya, ketika kita ingin berbelanja kebutuhan sekunder atau tersier, kita tidak langsung membelinya melainkan menundanya dulu selama 30 hari.

Ketika misalnya, kita berpikir kalau kita membutuhkan hp baru. Coba catat dulu ke dalam list 30 Day atau jika berbelanja online, tinggalkan saja di keranjang belanja. Kemudian tuliskan tanggal kita akan membelinya dan tunggu setelah 30 hari.

Selama kurun waktu 30 hari, kita akan berpikir apakah barang yang dibutuhkan itu penting atau tidak. Lihat juga list budget untuk hal lain yang sudah kita tulis, semisal budget untuk pendidikan anak. Pertimbangkan apakah sebaiknya uang itu masuk ke pos yang lebih penting atau masuk ke pos investasi.

Setelah 30 hari, jika kita memang masih membutuhkan barang itu, maka beli lah barang itu. Pikirkan juga alternatif untuk membeli barang second hand yang mempunyai perbedaan harga yang lumayan.

Bagaimana tertarik untuk mencobanya?

Hallo, saya seorang HR Professional yang biasa menulis di blog pribadi renovrainbow.com tentang karir, pengembangan diri dan motivasi.

Get the Medium app

A button that says 'Download on the App Store', and if clicked it will lead you to the iOS App store
A button that says 'Get it on, Google Play', and if clicked it will lead you to the Google Play store